KekuaTan CinTa

Hope this StoRy dpt mnJdi penyejuk jiWa di tengah begitu banyak cobaan.  Ok!!!! Let’s ChEck iT oUt…….

Di pegunungan Andes hidup dua suku. Satu tinggal di lembah, sedangkan satunya lagi di atas gunung. Suatu hari suku gunung menyerang suku lembah dan menjarah seluruh isi desa. Mereka menculik seorang bayi dari salah satu keluarga suku lembah dan membawanya ke atas gunung.

Orang-orang suku lembah tidak tahu bagaimana mendaki gunung. Mereka tidak tahu jalan mana yang digunakan oleh suku gunung. Mereka juga tidak tahu dimana letak desa suku gunung. Juga tidak tahu bagaimana mengikuti jejak-jejak suku gunung di tebing-tebing gunung itu. Meski begitu, mereka mengirim prajurit-prajurit terbaik mereka untuk memanjat gunung dan membawa pulang bayi itu.

Prajurit pertama mencoba memanjat tebing diikuti yang lain. Ketika prajurit pertama gagal, mereka semua pun gagal. Mereka mencoba lagi dengan cara lain. Namun gagal. Setelah berhari-hari mereka mendaki, mereka hanya bisa memanjat beberapa ratus kaki saja. Suku lembah kehilangan harapan dan putus asa. Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke desa saja. Semua upaya dilakukan namun gagal.

Ketika mereka sedang bersiap-siap untuk kembali ke desa, mereka melihat ibu bayi yang diculik itu sedang menuruni tebing gunung melewati mereka sambil menggedong bayinya. Mereka terkejut sekali. Bagaimana si ibu itu bisa menuruni tebing yang justru mereka sendiri gagal untuk mendakinya? Bagaimana  si ibu itu bisa memanjat tebing-tebing itu mengalahkan mereka? Terlebih lagi, mereka melihat si bayi itu terselamatkan. Bagaiman mungkin?

Seorang prajurit menyambut ibu itu dan bertanya, “wahai ibu, kami gagal mendaki tebing ini. Bagaimana kau bisa melakukan semua ini, mengalahkan seluruh prajurit terkuat? Bagaimana bisa? Engkau belum pernah menjadi prajurit!”

Ibu itu mengangkat bahu dan berkata, “sebab bayi yang diculik bukanlah bayimu. Dan, kalian semua belum pernah menjadi ibu”.

>>> Teman, burung tidak pernah diajari untuk terbang dan ikan tidak pernah belajar untuk berenang. Semuanya alami. Semua berasal dari naluri. Hal itu akan hadir pada setiap makhluk yang percaya akan kebesaran Allah. Hanya Allah lah yang memberikan kita kekuatan itu.

>>>  Teman, cinta memberikan kekuatan. Bahkan cinta adalah kekuatan itu sendiri. Cinta seorang ibu adalah naluri dan alami. Sesuatu yang hadir dalam jiwa-jiwa yang penuh rasa cinta. Setiap ibu, tak akan pernah diajari bagaimana mengasihi buah hatinya. Rasa itu akan hadir dengan sendirinya. Kita punya rasa itu. Asal kita mau menjalani semua garis-garis yang telah ditentukannya.

Sekedar iNfo, berbagai tuLisan daLam buku ini berisi renungan tentang makna hidup. Pohon, suara burung, bahkan sebuah cangkir  mengajarkan bagaimana kita menjalankan hidup.

Terkadang, sesuatu yang luput dari perhatian kita mempunyai arti yang besar dalam perjalanan hidup kita. Buku ini mengajak kita merenungi sampai sisi terkecil kehidupan.

Comments (2) »

Jgn SeTengah2…!!!

Imagesca4h5zc8 NoW, Udah hari kE-3 d BuLan RaMadHan. G terAsa yah… Yg pAsTi iBadah seLama buLan RamaDhan ini HarUs ttP jLn tErus. LumaYan Loh, bUaT naMbah2 paHaLa. KeBanyaKan oRg NgaKu pUasa tp ShaLat 5 waKtunya g jaLan. Atw g Prnh sLt tarawih. Sm aJa Bo’Ong kLo Gtu. PdHL syNg khan menyia-nyiakAn MomeN yg DtNgnya seTaoN seKaLi ini DenGan ibadah Yg seTengah2…

No comment »

aNd d StoRy GoeS….

Pensil_1 Akhirnya kesampaian juga niatku untuk nuLis d bLog. Cz sLma ini maLeees bgT unTuk muLaix. padahaL niaTx aDa. Memang suSaaah bGt uNtuk memuLai sesuaTu. Tp keTika kita Udah BerHasiL memuLainya, kiTa bisa TerbaWa aLur dan KayaKnya g maU unTuk berHenti.

Comments (1) »